Best Seller Book

Judul Renungan Dahsyat Untuk Orang Tua
Pengarang Abah Ihsan Ibnu Baihaqi
Penerbit Shofie Media
ISBN 97-979-3838-43-4
Harga Rp 50.000

Sinopsis Buku

“Barang siapa yang dengan sengaja tidak mengajarkan apa yang bermanfaat bagi anaknya dan meninggalkannya begitu saja, berarti dia telah melakukan suatu kejahatan yang sangat besar. Kerusakan pada diri anak kebanyakan datang dari sisi orang tua yang meninggalkan mereka dan tidak mengajarkan kewajiban-kewajiban dalam beragama berikut sunnah-sunnahnya.” (Ibnul Qayyim Al Jauziyah)

Banyak orangtua yang melahirkan anak ke dunia karena kebetulan saja, bukan jadi orangtua betulan. Orangtua kebetulan hanya sekadar status memiliki anak, tapi apakaah anaknya terpengaruh dia atau tidak, urusan nanti. Ini salah satu kisah dalam buku ini: mengapa tidak telepon ayah!

Kisah ini menceritakan seorang ayah yang protes pada anak-anaknya karena setiap anaknya menelpon yang mereka tanyakan adalah “Ibu sehat pak’ atau pak saya mau bicara dengan Ibu”. Selalu yang mereka cari adalah ibunya tidak pernah sekalipun dia bertanya tentang kabar ayahnya. Begitulah curhat sang ayah.

Ternyata saat masih muda dulu, ayah ini memiliki pekerjaan sebagai aparatur pemerintahan yang waktunya banyak tercurahkan untuk pekerjaannya sebagai abdi negara, sehingga dari kecil anak-anaknya dirawat dan dididik oleh ibunya. Si ayah pergi pagi pulang sudah larut malam bahkan pada hari liburpun waktunya dihabiskan di luar rumah dengan dalih pekerjaan hal ini membuat anak-anaknya tidak dekat dengan ayahnya. Kini di waktu senjanya setelah pensiun, ayah ini mengisi hari-hari hanya di rumah dengan rasa sangat kesepian karena jauh dari anak-anaknya.

Bayangkan seandainya saja waktu bisa diputar kembali dan ayah ini menyediakan sedikit saja waktunya untuk anak dan bersama anak bukan hanya sekadar di dekat anak artinya saat bersama anak-anak tidak lagi dicampuri oleh aktivitas lain-lain seperti sambil membaca Koran, BBM-an atau sambil menonton TV. Bersama anak adalah anda benar-benar tertawa, bermain bersamanya pastilah di saat tuapun anak-anaknya dekat dan selalu merindukannya. Perasaan tidak bisa dibohongi dan dipaksa perasaan cinta akan mengalir dengan sendirinya jika anda dekat dan menyediakan waktu bersama anak-anak kita.

Orangtua yang “niat banget” memiliki anak, (seharusnya) insya Allah sebelum menikah mereka akan mempersiapkan lebih dahulu sebelum jadi orangtua bagaimana membesarkan anak-anak yang akan mereka lahirkan. Mereka akan mempersiapkan ‘baju akhlak’ apa yang harus dipakaikan pada anak, ‘box  norma-norma’ apa yang harus diinstallkan pada anak mereka atau ‘kereta dorong  pemikiran’ apa yang akan mereka installkan pada anak mereka. Lalu sebelum menikah, ini diwujudkan misalnya dengan cara membaca banyak buku tentang pendidikan anak, rajin mengikutkan diri pada seminar-seminar pendidikan anak.

Tentu saja, ini bukan pula jaminan seseorang yang mempersiapkan diri jadi otomatis akan jadi orangtua hebat. Tetapi,setidak-tidaknya insya Allah bukankah akan selalu ada perbedaan orangtua yang belajar dengan yang tidak?

Termasuk kategori manapun kita, yuk terus belajar memperbaiki diri. Kita bisa belajar dari manapun. Termasuk dari hasil sharing dengan orangtua lainnya. Agar kita BERSEMANGAT belajar, tulisan-tulisan dalam buku ini dikhidmatkan oleh penulis untuk menjadi semacam charge “energy” belajar. Baca pelan-pelan, renungkan, berprasangka baik dengan tiap kalimat tulisan ini, insya Allah Anda akan mendapatkan makna mendalam darinya. Tulisan-tulisan ini ada yang berbentuk semacam kalimat-kalimat puitis. Ada juga yang berupa penjelasan panjang lebar sebagai refleksi dari curhat-curhat orangtua yang penulis terima. Mudah-mudahan, Anda bisa merasakan seperti perasaan beberapa orangtua berikut:

 

“Jazakallah Abah Ihsan, berasa full baterainya lagi nih.” Semangaaaaaatttttt! (Usri, Bandung)

 

Saya merinding membacanya. Allah menyelesaikan masalah saya lewat artikel Abah. Terimakasih.” (Titik Irna, Yogyakarta)

 

Mantap abah! Sejak ketemu banyak remaja, rata-rata mereka mengeluh tidak bisa bicara dengan orangtua mereka. Tulisan-tulisan ini juga bisa menjadi bagian refleksi kami yang sudah punya anak remaja. (Nizmah Nachrawi, Denpasar)

 

Subhanallah . Sungguh pembelajaran yang harus dan harus lagi kita baca untuk menambah ilmu agar jadi orangtua yang lebih baik lagi. Insya allah. (Reny Afrianti, Bukittinggi)

 

Terima Kasih banyak Abah atas tulisannya. Suami saya ikut membaca dan meneteskan air mata, mudah-mudahan ini awal yg baik. (Mia Adsa, Martapura)

Informasi Pemesanan

  • WhatsApp Only: 0811 22 85234
  • Email: auladibooks@yahoo.co.id
  • Keterangan: Harga belum termasuk Packing dan Biaya Kirim
Order via WhatsApp
Order via Email
Order via SMS