Cerita Mereka

Demi Ilmu, Pipis Pun Ditahan-tahan

Saya ibu Ike, umur 35 Tahun, guru di MAN Model Gorontalo. Alhamdulillah dikarunia 2 orang putra berumur 8 dan 6 tahun (sekarang  kelas 3 dan kelas 1 SD) dan seorang putri berumur 3 tahun..

Saya berharap, siapapun yang sempat membaca tulisan saya ini, untuk tidak ragu untuk ikut belajar soal pengasuhan. Karena saya pribadi benar-benar merasakan perubahan yang setelah mengikuti kegiatan nee…!

Awalnya saya agak ragu alias nolak secara halus ketika ditunjuk menjadi salah satu peserta KCR (Karunia Cinta Remaja) salah satu program pengasuhan yang difasilitatori oleh abah Ihsan. Saya menjadi utusan sekolah. Waktu itu kami difasilitasi Telkomsel Gorontalo yang undang Abah Ihsan khusus untuk memberikan ilmu buat guru-guru se-Gorontalo.

Yah… terpaksa ikut dech karena tidak ada yang mau ikut… lagian apaan sich KCR… parentinglah… dan beribu negatif thinking yang timbul di benak saat itu.

Dan yang membuat hati saya malas tuk ikut karena diundangan tersebut kita harus datang jam 07.00… Masya Allah… jam 7 itu kita mah harus nganterin anak-anak ke sekolah, bukannya harus hadir di New Rahmat hotel… baru kali ini ada pelatihan dan pesertanya harus hadir jam 07.00… hehehe

Dan esoknya, dengan bekal surat tugas dari sekolah, sayapun berangkat ke tempat pelatihan dengan motor bututku yang tercinta, dengan harapan semoga hari ini ada perubahan dalam hidupku.

Sampainya disana setelah mendapatkan stater kit dan kaus telkomsel, masuklah saya ke dalam ruangan. Dan subhanallah, ada kesejukan hati setelah melihat suasana didalamnya, ada poster-poster yang bertuliskan” yuk jadi ortu shalih” diiringi nasyid yang membuat hati saya pun mulai merasa “ sesuatu banget” gitchu… hehehe… dan perasaan itulah yang membuat saya memberanikan diri duduk paling depan (soalnya biasanya, kalo duduk selalu milih duduk paling belakang).

Sekitar jam 9 mulailah acara dan muncullah sang motivator…abah ihsan. Dan kesan pertama liat abah…yah kebapakkan dan ramah + lucu.

Sayapun mengikuti materi dengan seksama dan bertekad tidak bisa ketinggalan sedetikpun karena saya merasa sepertinya materi ini pas banget buat saya terutama buat anak-anak saya.

Tau tidak teman-teman, karena ruangan ber Ac dan dingin, saya pengennya pipis terus, tapi keinginan itu saya abaikan karena tidak mau ketinggalan materi, saking semangatnya abah memberikan materi dan materinya pun sangat menarik… huhuy…

Cara penyampaian abah memberikan materi sangat ruar biasa, kita terhipnotis lho abah… membuat kita lupa waktu, tiba-tiba “aduh, dah waktunya dzuhur, kok udah ashar ya? Yaaaa, dah jam 5 ya??? pokoknya heboh abis guys…

Hal yang membuat saya menangis beneran nih teman-teman, ketika mendengar cerita seorang anak yang mau bayar gaji ayahnya sehariiii saja, asal ayahnya mau meluangkan waktu untuknya… (jangan sampai kita seperti itu ayah bunda…)

Ada beberapa hal yang saya catat dan menurut saya sangat penting tuk kita terapkan sebagai ortu…

Kebanyakan mereka yang jadi pelaku kejahatan dikalangan para remaja adalah mereka yang tidak mendapatkan kasih sayang atau sentuhan dari sang ayah… masya Allah… ampuni dosa suami hamba-MU ya Robb…

Mengapa anak cepat terpengaruh dengan lingkungannya? Jawabannya adalah karena kita sebagai orang tua “tidak bisa dan tidak punya pengaruh apapun” tuk anak-anak kita… nau’dzubillah min dzaalik

Setelah mengikuti pelatihan ini, saya bertekad tuk bisa jadi ibu sholehah buat anak anak saya, juga tuk anak didik saya di sekolah.

Ya Allah terima kasih atas nikmat-Mu, nikmat kesehatan dan kesempatan yang Kau berikan padaku, tuk bisa hadiri dan mengikuti kegiatan KCR sampai selesai.

Terima kasih abah Ihsan atas semuanya, sharing pengalaman dan berbagi ilmunya, semoga Allah tetap memberimu kesehatan tuk bisa membuat banyak ortu didunia ini lebih paham mendidik anak dan keluarganya, tuk bisa membuat anak-anak kita sholeh dunia akhirat… Amin yaa robbal A’lamiin

Dan terakhir, terima kasih kepada Telkomsel yang telah menyelenggarakan kegiatan ini, semoga telkomsel makin jaya. Allahu Akbar!!!

 

Ike Daud

Gorontalo